Senin, 25 Mei 2020

Dampak Dari Konflik Amerika Dengan China, Harga Minyak Dunia Menguat - EB

    Semakin memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan juga China, yang tentunya cukup mengkhawatirkan karena jika konflik tidak segera selesai, maka kemungkinan perang dingin bisa terjadi. Dan juga tidak hanya menyerang sektor politik, konflik AS-China juga berpengaruh dengan harga minyak dunia.

    Harga minyak mentah dunia naik tipis. Pasar minyak internasional sempat cenderung lesu karena meningkatnya kekhawatiran akibat memanasnya hubungan AS-China.

    Harga Minyak Dunia Menguat

    Mengutip Antara, Selasa (26/5), minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik tipis 45 sen atau 1,28 persen menjadi US$35,58 in line with barel. Serupa, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli juga naik tipis 47 sen atau 1,41 persen menjadi US$33,72.

    Kedua harga acuan minyak di pasar internasional tercatat telah anjlok sekitar 45 persen sejak awal tahun.

    Memanasnya dua negara yaitu AS-China sebagai konsumen minyak terbesar dunia membayangi pasar. Ketegangan bilateral itu dikhawatirkan memukul permintaan minyak mentah yang saat ini sedang berupaya pulih.

    Seperti diketahui, ketegangan itu bermula saat China berencana untuk memberlakukan Undang-undang Keamanan di Hong Kong. Namun, rencana itu mendapatkan kecaman dari AS.

    Sebelumnya, hubungan dua negara memburuk akibat virus corona di mana Presiden AS Donald Trump menilai China gagal mengendalikan virus corona sehingga menjadi pandemi di hampir seluruh negara di dunia.

    Di sisi lain, harga minyak tengah berusaha untuk bangkit dari keterpurukan akibat jatuhnya permintaan di tengah pandemi. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah memangkas produksi sebanyak 9,7 juta barel in line with hari untuk mengimbangi turunnya permintaan.

    “Penurunan besar dalam produksi minyak global tidak diragukan lagi menjadi faktor kunci dalam kenaikan harga minyak terbaru,” kata Analis dari Commerzbank.

    Aan tetapi, naiknya harga minyak dunia akibat tensi AS-China hanya bersifat sementara, harga yang cenderung lesu dan akan membayangi pemulihan pasar minyak.