Rabu, 10 Februari 2021

Kamu, adalah manifestasi paling sederhana dari rehatku. Bagaimana tidak begitu?...


    Kamu, adalah manifestasi paling sederhana dari rehatku.

    Bagaimana tidak begitu?

    Dalam bentuk paling sederhana, kamu menunjukkan atensi itu.
    Dengan mengingat ceritaku berhari lalu, dengan bertanya sudah lebih baikkah sakit kepalaku, dengan pertanyaan singkat sudah apa harimu. Atensi itu sampai padaku.

    Dan dalam bentuk paling sederhana pun, aku mendapatkan afeksimu.
    Dengan panggilan yang datang di hampir setiap perjalananmu, dengan pesanku yang tetap kamu balas dengan pedulimu walau kadang sudah menumpuk dan mengganggu, dengan setiap kata yang kau baca dari tulisku, dengan usahamu menyemangatiku ketika sudah muncul minderku. Afeksi itu melingkupiku.

    Dan sebagai gantinya, dalam bentuk paling sederhana aku menyayangimu.
    Dalam setiap waktu yang kuusahakan untukmu. Dalam setiap racau panjang akibat kekhawatiranku. Dalam setiap tangis yang kusimpan karena takut hilangmu. Dalam setiap ujar yang kutahan karena takut memberatkanmu. Dalam setiap selamat malamku. Dalam setiap semangat hari ini yang kuucap kepadamu. Dalam setiap pengingat jangan lupa makan yang kuhaturkan padamu.

    Kuselipkan rasaku dengan samar. Tak teraba tapi ada. Yang kuharap tak menghilang pun sampai kapan.

    Kamu, tetap di sini saja, ya?

    by: Diksi Untuk Langit
    #photography #poetry #phosphenous



    Source